Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT

A. Pengertian
        Metode Numbered Head Together (NHT) adalah model pembelajaran kooperatif yang menggunakan angka, diletakkan diatas kepala dengan tujuan untuk memudahkan guru dalam mengeksplor aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang akhirnya dipresentasikan di depan kelas. Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan tiga langkah, yaitu: a) Pembentukan kelompok, b) Diskusi masalah, c) Tukar jawaban antar kelompok.

B. Langkah-Langkah Pembelajaran
        Menurut Kagen dalam Arends (2008:16) guru menggunakan empat fase sebagai sintaks NHT sebagai berikut:

Fase-fase

Perilaku Guru

Perilaku Siswa

Fase 1. Penomoran (Numbering)

 

Guru membagi siswa menjadi beberapa  kelompok atau tim yang beranggotakan 3-5 orang dan memberi siswa nomor.

Setiap siswa dalam tim mempunyai nomor berbeda-beda,sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok.

Fase 2. Pengajuan Pertanyaan (Questioning)

 

Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa sesuai dengan materi yang sedang dipelajari yang  bervariasi dari yang spesifik hingga bersifat umum dan dengan tingkat kesulitan yang bervariasi. Misalnya “berapa jumlah gigi orang dewasa?”

Siswa menyimak dan menjawab pertanyaan.

Fase3.  Berpikir  Bersama (Heads Together)

Guru memberikan bimbingan bagi kelompok siswa yang membutuhkan.

Siswa berpikir bersama untuk menemukan jawaban dan menjelaskan jawaban kepada anggota dalam timnya sehingga semua anggota mengetahui jawaban dari masing-masing pertanyaan.

Fase 4. Pemberian Jawaban (Answering)

Guru menyebut salah satu nomor tertentu.

Guru secara random memilih kelompok yang harus menjawab pertanyan tersebut.

Setiap siswa dari tiap kelompok yang bernomor sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas.

Siswa yang nomornya disebut guru dari kelompok tersebut mengangkat tangan dan berdiri untuk menjawab pertanyaan.

        Dari sintaks diatas kemudian dikembangkan oleh Ibrahim (2000:29) menjadi enam langkah yaitu:
Langkah 1. Persiapan
        Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
Langkah 2. Pembentukan kelompok
        Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.
Langkah 3. Tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan
        Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki buku paket atau buku panduan agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang diberikan oleh guru.
Langkah 4. Diskusi masalah
        Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.
Langkah 5. Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban
        Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.
Langkah 6. Memberi kesimpulan
        Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

C. Manfaat Pembelajaran
  • Rasa harga diri menjadi lebih tinggi.
  • Memperbaiki kehadiran.
  • Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar.
  • Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil.
  • Konflik antara pribadi berkurang.
  • Pemahaman yang lebih mendalam.
  • Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi.
  • Hasil belajar lebih tinggi.
D. Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
  1. Meningkatkan prestasi siswa.
  2. Memperdalam pemahaman siswa.
  3. Menyenangkan siswa dalam belajar.
  4. Mengembangkan sikap kepemimpinan siswa.
  5. Mengembangkan rasa percaya diri siswa.
  6. Mengembangkan rasa saling memilki.
  7. Mengembangkan keterampilan-keterampilan masa depan.
Kekurangan:
  1. Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi siswa dengan guru, Selain itu membutuhkan kemampuan yang khusus dalam melakukan atau menerapkannya.
  2. Kemungkinan nomor yang telah dipanggil akan dipanggil kembali oleh guru.
  3. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
  4. Pengelompokkan siswa memerlukan pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda serta membutuhkan waktu khusus.

Komentar